REWIND: Mengapa Kita Perlu Kembali ke Film Lama?

Oleh: KDM CINEMA

 

Film lama sering dianggap usang, lambat, atau tidak relevan. Namun di situlah justru pentingnya rewind.

Kembali ke film klasik bukan sekadar nostalgia. Ia adalah upaya memahami bagaimana praktik sinema dibentuk: oleh konteks sejarah, teknologi, dan situasi sosial tertentu. Film lama menyimpan cara pandang yang berbeda terhadap ruang, waktu, dan penonton.

Dalam konteks hari ini, rewind membantu kita membaca ulang masa kini. Banyak persoalan yang terasa baru sebenarnya telah muncul sebelumnya, hanya dalam bentuk yang berbeda. Dengan melihat ke belakang, kita mendapatkan jarak untuk berpikir.

Arsip film bukan benda mati. Ia hidup ketika diputar, dibaca, dan diperdebatkan. Tanpa praktik rewind, sejarah sinema berisiko menjadi dekorasi, bukan pengetahuan.

Menonton film lama adalah cara untuk mengingat bahwa sinema selalu berada dalam proses—bukan garis lurus menuju kemajuan, tetapi rangkaian percobaan yang saling berkelindan.

Artikel Lainnya